Reading

Panduan Lengkap Youtube Marketing 2022 untuk Perluas Visual Branding Anda

05.04.2022 4 minutes to read

Demo

Saat ini YouTube menduduki peringkat kedua situs yang paling banyak dikunjungi setelah mesin pencari Google. Kita bisa menyimpulkan bahwa hampir semua orang membuka Youtube. Penonton YouTube yang tinggi berpotensi besar untuk menggaet target market bisnis Anda. So, masih ragu untuk membuat channel Youtube dan perluas visual branding untuk bisnis Anda? Simak artikel ini dulu yuk!

Faktanya, YouTube dapat menjadi alat marketing yang sangat efektif untuk menarik konsumen, tetapi kita tidak bisa asal membuat akun YouTube tanpa ada master plan untuk strategi marketing bisnis Anda. YouTube marketing merupakan praktik promosi brand, personal branding, produk, atau jasa di channel YouTube. Kita perlu tahu apa yang dibutuhkan target konsumen Anda. Dan, Anda perlu memastian bahwa target penonton dapat menemukan video-video Anda. Mirip dengan saudaranya, Google, YouTube merupakan mesin pencari yang memiliki algoritma sehingga Anda perlu mengoptimalkan konten. Yuk kita bedah apa aja strategi YouTube marketing di tahun 2022 ini untuk meningkatkan visual branding bisnis Anda!

1. Buat YouTube Brand Account

Buat akun YouTube dengan Brand Account untuk memudahkan tim multimedia Anda mengatur channel. Percantik Brand Account Anda dengan mengisi informasi di kolom ‘About’, gambar header, dan foto profil, link sosial media atau website bisnis Anda.

2. Siapa Target Market Anda?

Pelajari tentang target penonton Anda. Apa yang penonton Anda inginkan? Untuk siapa video yang Anda buat? Apa yang mereka tonton di YouTube? Kita bisa pelajari di Analytics tab, di sini banyak informasi tentang demografi, ketertarikan penonton Anda, berapa banyak orang yang melihat video melalui mesin pencarian atau sumber lain.

3. Amati Channel YouTube Kompetitor

Lakukan riset pada kompetitor Anda. Analisis performa kompetitior yaitu dengan mengamati channel YouTube-nya, jumlah subscriber, jumlah rata-rata view tiap video, frekuensi video posting, kualitas video, komentar penontonnya, tema utama konten. Kemudian, Anda akan menemukan jenis konten apa saja yang paling diminati, representasi kompetitor, hal-hal yang membedakan bisnis Anda dengan mereka, dan insight atau ide-ide baru. Sebaiknya Anda juga melakukan analisis SWOT untuk memudahkan risetnya.

4. Riset Akun YouTube Favorit Anda

Lakukan riset pada channel YouTube favorit yang menginspirasi Anda. Semakin Anda mempelajari banyak konten, maka Anda makin banyak menemukan insight-insight penting seperti kualitas audio menjadi prioritas utama daripada video. Perhatikan thumbnails, kata kunci, channel art, cara editing video, text popup, atau efek-efek lainnya.

5. Optimalkan Viewer Video Anda

Menurut data, pengguna YouTube ada 2 miliar orang dan sebanyak 1 miliar jam video ditonton setiap harinya. Serupa dengan SEO kakaknya, Google, maka YouTube juga memiliki algoritma yang mirip tetapi lebih personal. Algoritma YouTube dipengaruhi oleh kata kunci yang sering kita pakai di Google search dan riwayat tontonan YouTube. Berikut beberapa cara efektif untuk mengoptimalkan performa video Anda, yaitu riset kata kunci menggunakan Google keyword planner lalu tambahkan pada video yang akan diposting; pilih kata kunci utama dan beberapa tambahan lalu masukkan kata kunci utama pada judul video, deskripsi, dan video tags; gunakan timestamps untuk membagi video jadi beberapa bagian dan tambahan detail pada bagian deskripsi; isi kolom deskripsi dengan link website, link social media, link produk atau jasa bisnis Anda, dan jangan lupa Call To Action; buat thumbnail yang menarik; dan berikan respon pada kolom komentar.

6. Tips Menarik Penonton

Optimalkan channel Anda untuk menarik pengikut. Selain mengoptimalkan performa video, Anda juga perlu memperhatikan keseluruhan channel Anda seperti membuat channer art dan foto profil yang merefleksikan branding Anda. Manfaatkan fitur-fitur yang ada di Youtube seperti mengelompokkan video sesuai topik, membuat video trailer yang merepresentasikan channel Anda. Saat membuat konten, perhatian beberapa hal ini:

  • Minta penonton untuk subscribe channel, like, comment, dan share video Anda
  • Buat Call To Action yang jelas dan to-do-point
  • Engage dengan penonton seperti komen dan saran penonton akan menjadi inspirasi membuat video berikutnya
  • Tambahkan custom end screen untuk mengajak penonton melihat rekomendasi video lainnya
  • Tambahkan CC atau closed captioning untuk memudahkan akses bagi disabilitas atau penonton dari luar negeri agar bisa mengakses video-video Anda. Anda bisa meng-upload caption sendiri atau automatic captioning.

7. Investasikan Uang untuk Iklan dan Collab Bareng Influencer

Selain cara di atas, Anda bisa coba beriklan. Apalagi jika pertumbuhan channel Anda cenderung lambat. Iklan di YouTube dioperasikan melalui Google Ads, sehingga Anda perlu tahu seluk beluk Google Ads. Sebelum memutuskan beriklan, pastikan bahwa Anda mengenal betul siapa target market dan ptimalkan visual branding akun YouTube Anda. Jangan lupa, isi kanal YouTube terlebih dahulu dengan 5-10 video agar penonton tahu gambaran YouTube yang Anda bangun. Kolaborasi dengan para influencer juga sangat bisa dilakukan di YouTube. Pilih influencer yang paling cocok dengan brand Anda lalu analisis dan pelajari hasil campaign.

8. Tracking & Analysis

Lakukan tracking menggunakan YouTube analytics, minimal sebulan sekali. Ini akan menjadi data penting untuk melakukan riset dan memperbaiki strategi. Gunakan fitur ini untuk mencatat setiap bulannya apa yang dilihat penonton, konten yang paling disukai, jumlah subscriber, jumlah penonton, durasi lamanya menonton, waktu yang paling banyak dikunjung pentonton, impresi, dan click-through rate (CTR).

Sudah siap membuat channel YouTube dan memulai visual branding? Ikuti tips di atas ya!