Reading

Kunci Meraih Konversi: Buatlah Konten Tepat Sasaran

04.03.2022 3 minutes to read

Demo

Di dunia digital marketing, konten adalah senjata utama untuk menyampaikan informasi kepada konsumen sampai akhirnya mencapai konversi. Tetapi, tidak semua konten yang dibuat bisa mencapai sasaran dan terjadi konversi. Lalu, bagaimana tips-tips agar konsumen melirik konten kita?

“Content is King” – Bill Gates

Agar konten yang dibuat dapat tepat sasaran, kita harus tahu karakteristik target market kita. Faktanya, 67% marketer kehilangan kesempatan konversi penjualan mereka disebabkan mereka salah mengidentifikasi konsumennya. Nah, jika Anda ingin membuat konten yang mengarahkan konsumen agar mau membeli produk Anda, maka Anda wajib memetakan karakteristik konsumen Anda dan membuat konten yang sesuai. Faktanya, ada 3 kategori konsumen yang wajib Anda ketahui lho! Penting untuk diingat, perjalanan konsumen bisa jadi tidak urut atau sesuai tahapan tetapi bisa terkategori di funnel mana saja.

1. Awareness

Pertama, konsumen yang berada pada tahapan Awareness. Target konsumen ini berusaha untuk menemukan jawaban dari pertanyaannya sendiri, mencoba memecahkan masalah, dan atau berusaha menemukan apa yang sebenarnya dia butuhkan. Konsumen masih memiliki sedikit pemahaman yang sedikit tentang apa yang dibutuhkan sehingga dia mencoba untuk mencari jawabannya. Mereka masih belum bisa memutuskan tentang jenis produk atau jasa apa yang dibutuhkannya untuk memecahkan masalahnya. Sebagai penjual agar konsumen yang berada pada tahap ini menjadi tertarik, maka diperlukan konten edukasi yang berkualitas baik sehingga konten ini akan mengarahkan konsumen pada sebuah solusi yang dia butuhkan. Teknik FOMO (fear of missing out) atau hard selling tidak berguna pada tahapan ini. Penjual harus fokus pada konten organik dengan membuat artikel blog atau e-book yang berkualitas baik. Teknik ini akan mengarahkan konsumen untuk memasuki tahapan berikutnya.

2. Consideration

Kedua, konsumen yang berada pada tahap Consideration. Penjual harus mencoba menarik perhatian konsumen dan membuatnya tertarik untuk mempelajari lebih jauh tentang jasa atau produk yang penjual tawarkan. Catatan, konsumen masih pada tahap evaluasi dan belum memutuskan untuk membeli produk atau jasa, sehingga penjual perlu memberikan konten-konten yang mempersuasif tentang solusi terbaik dari masalah para konsumen. Penjual harus menunjukkan pada konsumen bahwa jasa atau produk yang ditawarkan merupakan solusi atau pilihan terbaik untuk konsumen. Tujuan pembuatan konten pada tahapan ini adalah untuk membuat konsumen memiliki persepsi positif tentang produk atau jasa sebagai pilihan terbaik. Karena konsumen masih belum benar-benar membuat keputusan pada tahap ini, maka penjual harus menjalin kepercayaan atau engagement yang baik dengan konsumen. Tips-tips yang bisa dilakukan penjual untuk membuat konsumen beralih ke tahap berikutnya adalah dengan memberikan mereka free trials, diskon, video, webinar, expert guides, dan live interaction.

3. Purchase

Ketiga, konsumen berada pada tahap Purchase yang mana mereka sudah siap membuat keputusan. Tetapi, hal ini belum dapat dipastikan apakah konsumen akan memilih produk atau jasa yang ditawarkan. Selain meyakinkan konsumen untuk membeli produk, penjual juga harus memberikan konten edukasi yang bersifat solusi terbarukan. Strategi yang bisa digunakan untuk meyakinkan konsumen antara lain seperti membuat call-to-action yang tepat, konten berkualitas, demo, penawaran spesial, contoh studi kasus atau kisah sukses, dan contoh implementasi produk.

Jangan lupa untuk melakukan tracking pada semua tools marketing untuk mencari tahu konten atau postingan sosial media seperti apa yang dapat meningkatkan engagement konsumen. Ini akan menjadi data penting untuk menentukan strategi yang tepat untuk sales Anda! Baca pula tips membuat konten website yang menarik.