Reading

Tingkatkan UI/UX Website Anda dengan Microinteraction

21.04.2021 2 minutes to read

Demo

Dalam kehidupan sehari-sehari kita, microinteraction adalah bagian tak terpisahkan. Bahkan tanpa kita sadari sekalipun, kita telah banyak bersinggungan dengan interaksi ini dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Nah, microinteraction ini juga memiliki pengaruh dalam UI (User Interface) dan UX (User Experience) dalam sebuah website.

Microinteraction pada Aktivitas Sehari-hari

Ketika Anda di dapur, ada banyak microinteraction yang terjadi di sekeliling Anda, misalnya saat Anda memanggang roti maka pemanggang akan membuat roti melompat keluar sebagai pertanda bahwa roti panggang Anda sudah siap, ketel akan mengeluarkan suara untuk memberitahu Anda bahwa air sudah mendidih, atau microwave akan berbunyi sesuai timer yang Anda atur sebelumnya. Meskipun sangat kecil dan terkadang tidak terlalu kita hiraukan, namun microinteraction ini memberikan manfaat besar pada kegiatan kita bukan?

Microinteraction pada Produk Digital

Dalam produk digital, microinteraction juga merupakan bagian tak terpisahkan. Saat Anda mengklik tombol Beli misalnya, maka Anda akan melihat perubahan pada tombol tersebut secara visual. Dengan ini Anda pun tahu bahwa sistem sudah menerima dan mengerjakan perintahmu.

Microinteraction memudahkan pengguna untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh sistem, misalnya progress bar. Progress bar memudahkan pengguna untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan sistem untuk beroperasi, berapa step lagi yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan seluruh proses, dan sebagainya. Microinteraction juga berfungsi untuk mengkomunikasikan masalah pada pengguna kemudian memandu mereka untuk mendapatkan solusi dari masalah tersebut.

Jadi, secara singkatnya, microinteraction merupakan respon visual atau audio yang dilihat pengguna saat melakukan tindakan atau interaksi. Dan kata “mikro” pada microinteraction menandakan perubahan kecil dan sangat kontekstual pada tampilan visual yang dilihat pengguna.

Lalu, apa pengaruhnya pada UI/UX website Anda?

Nah, satu hal yang membuat microinteraction menjadi begitu kuat adalah rasa senang yang muncul dari pengguna. Jadi, Anda harus membuat mereka merasa senang saat menjelajahi website Anda. Dan kesenangan pengguna ini muncul jika website Anda memiliki fungsi (functional), dapat diandalkan (reliable), dan dapat digunakan (usable). Pengalaman pengguna atau user experience yang menyenangkan membuat interaksi dengan website dan produk juga menjadi menyenangkan. Selain itu, microinteraction juga mampu mendorong keterlibatan pengguna.

Alih-alih memberikan pengguna elemen kejutan dengan menggunakan animasi besar, saat ini kita lebih disarankan untuk menggunakan elemen animasi kecil untuk mendorong pengalaman pengguna yang lebih baik. Beberapa contohnya antara lain perubahan warna untuk status yang berbeda, visualisasi loading website, animasi transisi antar halaman, reaksi untuk menekan tombol, dan sebagainya.

Meski demikian, Anda juga perlu kembali pada tujuan dari microinteraction ini, yang mana bukan hanya untuk menyenangkan mata yang melihatnya, namun adalah untuk menjelaskan, menyederhanakan, dan mempercepat proses interaksi.