Reading

Tahap Pengembangan Mobile App yang Efektif untuk Bisnis Anda

07.07.2020 3 minutes to read

Demo

Selama dekade terakhir, mobile app atau aplikasi seluler telah terbukti menjadi sumber daya yang sangat berharga bagi berbagai skala bisnis. Di tahun 2020, mobile app diproyeksikan menghasilkan pendapatan sebesar 188,9 miliar dollar Amerika melalui app store dan in-app advertising.

Sementara banyak pelaku bisnis yang mencoba mengikuti tren ini untuk mendapatkan profit lebih banyak, ternyata sangat banyak di antara mereka yang tidak tahu bagaimana pengembangan mobile app yang efektif dan berhasil itu (baca juga: Hal Penting Sebelum Redesain Website).

Membuat aplikasi memang bisa menjadi hal yang menyenangkan, tetapi juga bisa menakutkan. Ada begitu banyak bagian yang dinamis dalam mengembangkan mobile app, seperti strategi, desain aplikasi, pengembangan aplikasi, API, pemrograman back-end, hosting, dan peluncuran. Nah, di bawah ini kita akan pelajari pengembangan mobile app dengan tahap-tahapnya untuk mendukung kesuksesan bisnis Anda.

Mobile App Development (Pengembangan Aplikasi Seluler)

Ada lima tahap dalam proses pengembangan mobile app ini, yakni define (menentukan), design (merancang), develop (mengembangkan), test (menguji), dan deploy (menyebarkan). Mari kita bahas satu per satu.

1. Define

Untuk aplikasi dengan ruang lingkup terbatas dan kompleksitas yang rendah, maka Anda dapat membuat aplikasi yang tidak perlu banyak detail di tampilan depannya. Namun sebaliknya, aplikasi yang lebih kompleks akan membutuhkan lebih banyak detail untuk setiap fungsi. Nah, pada tahap ini, semua pihak terkait yang memiliki kepentingan dalam bisnis Anda harus berkontribusi untuk mendefinisikan ruang lingkup aplikasi yang akan Anda kembangkan. Tahapan ini dapat membantu memperjelas ruang lingkup dari aplikasi yang Anda butuhkan kepada web developer Anda.

2. Design

Pada tahun 2020, desain aplikasi tidak bisa dikesampingkan. Pengguna atau pelanggan lebih menyukai produk yang menawarkan user experience (pengalaman pengguna) yang menyenangkan, dengan desain UI (User Interface) yang baik serta performa aplikasi yang baik. Tahap mendesain ini berfokus pada desain visual dan solusi. Untuk membuat desain visual, designer dapat menerjemahkan requirement yang dibutuhkan pada aplikasi ke dalam wireframe. Sedangkan untuk desain solusi, web developer yang akan mengidentifikasi arsitektur aplikasi, technology stack, struktur basis data, dan desain API. (Baca juga: 6 Prinsip Desain User Interface)

3. Develop

Setelah Anda memiliki desain aplikasi, sekarang saatnya untuk mengembangkan aplikasi Anda atau kita kenal sebagai proses development atau pengembangan. Sebagian besar proyek pengembangan aplikasi melibatkan pengembangan front-end, pengembangan API, dan pengembangan back-end. Ada baiknya Anda prioritaskan pengembangan ini pada requirement yang sudah dibuat sebelumnya dan buatlah milestone dari rencana pengembangan yang sudah Anda susun sebelumnya. Saat web developer Anda menyelesaikan setiap milestone, maka Anda dan para pihak yang terkait dapat memberikan saran terhadap hasil yang ada.

4. Testing

Pengujian atau testing terhadap jaminan kualitas atau quality assurance (QA) akan memastikan Anda menyediakan aplikasi yang stabil, aman, dan fungsional. Idealnya, Anda harus melakukan beberapa tes di setiap aspek aplikasi Anda. Pengujian User Experience akan memvalidasi aplikasi Anda dengan desain aplikasi. Pengujian fungsional akan memverifikasi bahwa setiap fitur dalam aplikasi berfungsi. Pengujian kinerja memastikan aplikasi dimuat dengan cepat, tidak ada kebocoran memori, dan aplikasi tidak menguras baterai dari perangkat seluler yang digunakan. Pengujian keamanan mencari kerentanan yang dapat membahayakan data pengguna. Nah, sekali lagi dalam tahap ini, sebaiknya Anda melibatkan semua pihak terkait untuk berpartisipasi dalam tahap pengujian ini. Setiap umpan balik yang Anda terima dalam tahap pengujian harus dilacak, ditinjau, dan diprioritaskan.

5. Deploy

Aplikasi iOS harus dikirimkan ke Apple App Store. Aplikasi Android harus dikirimkan ke Google Play. Setelah Anda mengirimkan aplikasi Anda, maka aplikasi Anda akan melalui proses peninjauan oleh Apple dan Google dan mereka akan memberi tahu Anda jika aplikasi Anda tidak memenuhi persyaratan dan guideline mereka. Dalam hal ini, jika hal tersebut terjadi, maka Anda harus memperbaiki masalah itu dan mengirim kembali aplikasi Anda. Aplikasi baru akan tersedia untuk diunduh saat app store menyetujuinya.

Meski kelima tahap di atas sudah selesai Anda lakukan, namun faktanya adalah bahwa pengembangan aplikasi merupakan proses yang berkelanjutan. Tidak peduli seberapa sempurnanya aplikasi Anda, selalu ada ruang untuk melakukan perbaikan. Untuk itu, Anda harus mempertimbangkan umpan balik dari pengguna, kebutuhan dan keinginan pasar, kompetitor Anda, dan tentu saja kemajuan teknologi. Oleh karena itu, proses yang tidak boleh dilupakan adalah maintenance atau pemeliharaan, yang mencakup pembaharuan apa pun yang terkait dengan kinerja aplikasi Anda.