Reading

Cek 5 Hal Penting Ini Sebelum Meluncurkan E-Commerce!

07.07.2021 3 minutes to read

Demo

Tahun 2020 telah meyakinkan kita betapa pentingnya online presence bagi sebuah bisnis. Konsumen menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dan membeli secara online, dan banyak brand mulai menyadari bahwa mereka perlu secara serius mempertimbangkan untuk meluncurkan e-commerce.

Stefano Mongardi, pendiri TheWebMate, membagikan 5 hal penting yang perlu Anda perhatikan sebelum meluncurkan e-commerce Anda.

1. Produk

Bahkan sebelum mulai berjualan secara online, Anda perlu melakukan riset pasar dan memastikan bahwa produk yang ingin Anda jual belum berada dalam niche yang terlalu jenuh. Anda dapat memeriksa di negara atau pasar tertentu, atau dengan memeriksa volume untuk produk tertentu.

Google Trends adalah tool gratis yang dapat Anda gunakan untuk memeriksa kata kunci tentang kecenderungan membeli produk dalam jangka waktu tertentu. Anda juga dapat menggunakan Amazon untuk memeriksa apakah niche yang Anda pertimbangkan sudah penuh dengan produk serupa dengan banyak ulasan.

Memiliki kompetitor tidak selalu menjadi hal yang buruk. Sebenarnya, justru sebaliknya. Tetapi Anda perlu menyadari bagaimana produk Anda akan menawarkan proposisi penjualan yang unik jika Anda adalah pemain baru di pasar tersebut.

2. Platform

Hal utama yang sangat penting, Anda harus memilih platform yang tepat. Ada banyak perangkat lunak dan aplikasi e-commerce yang dapat Anda gunakan di luar sana, tetapi Anda juga perlu mempertimbangkan peluang integrasi yang tersedia.

Menurut Mongardi, Shopify menawarkan salah satu platform terbaik dan termudah untuk digunakan dengan ekosistem aplikasi yang sangat besar. Ini juga terintegrasi dengan banyak situs web lain jika Anda perlu meningkatkan skala bisnis Anda di kemudian hari.

Amazon adalah pasar terbesar tempat Anda dapat menjual produk, tetapi Anda akan menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama jika Anda menjual produk yang umum dijual.

Hal terbaik untuk dilakukan adalah menjual di kedua platform dan e-commerce Anda sendiri. Ini adalah cara terbaik untuk membangun merek Anda dari nol dan memiliki pelanggan Anda sendiri.

3. Promosi

Orang-orang menghabiskan berjam-jam di media sosial setiap harinya, tetapi setiap platform memiliki audiens dan demografisnya sendiri.

Facebook dan Instagram memiliki audiens yang besar dan luas dengan beberapa placement yang tersedia, tetapi itu mungkin bukan pilihan terbaik jika Anda mencoba menjangkau target pasar yang lebih muda. TikTok, misalnya, adalah aplikasi paling populer di kalangan Generasi Z. Pinterest mungkin menjadi pilihan jika Anda menargetkan wanita di atas 25 tahun.

Strategi marketing menggunakan influencer adalah salah satu opsi paling populer untuk menyebarkan merek Anda dan memicu promosi dari mulut ke mulut untuk menciptakan kesadaran merek dan akhirnya menciptakan penjualan untuk produk Anda.

Google Ads juga merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan penjualan dengan menargetkan orang-orang yang mencari produk tertentu.

Jadi, di media sosial, Anda menargetkan pembeli pasif yang mungkin tertarik dengan produk Anda. Sedangkan di Google, Anda menargetkan pembeli aktif yang sudah mencari produk dan mungkin siap untuk membeli.

4. Pengiriman

Saat Anda meluncurkan e-commerce, pengiriman adalah salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan dan dipersiapkan dengan baik. Jika Anda belum memiliki gudang dan tempat penanganan produk yang memadai, Anda bisa menggunakan layanan penanganan dan pengiriman oleh platform e-commerce yang Anda gunakan seperti Amazon FBA (Fulfillment by Amazon). Atau Anda dapat memutuskan untuk bermitra dengan pihak ketiga, yang akan menangani penanganan dan pengiriman untuk Anda.

5. Layanan Pelanggan

Terakhir namun tidak kalah pentingnya adalah layanan pelanggan alias customer care, yang mungkin akan menjadi bagian terpenting untuk bisnis e-commerce Anda di tahun-tahun mendatang. Jika Anda ingin membangun merek yang berkelanjutan, Anda perlu fokus pada layanan pelanggan yang cepat dan efektif agar pelanggan Anda tetap puas. Anda dapat menyewa freelancer di berbagai platform pada awalnya atau menyewa tim in-house.

Di atas adalah beberapa tips jika Anda mempertimbangkan untuk meluncurkan e-commerce Anda. Jadi, jika Anda serius, sekarang adalah saatnya untuk memulai dan menguji e-commerce Anda dengan menggunakan tips di atas (baca pula 3 tren e-commerce di tahun 2021). Pengalaman langsung akan menjadi cara terbaik untuk mempelajari dan memahami apa yang berhasil dan apa yang tidak. Ini juga cara terbaik untuk memvalidasi ide atau produk Anda dan memahami pasar yang tepat. Semoga berhasil!