Reading

6 Prinsip Desain User Interface yang Baik

13.04.2020 3 minutes to read

Demo

User interface (UI) atau antarmuka pengguna adalah bagian penting dari semua produk digital, mulai dari website, aplikasi, software, dan sebagainya. Ketika user interface ini diaplikasikan dengan baik, maka pengguna bahkan tidak menyadarinya. Namun sebaliknya, ketika user interface dilakukan dengan buruk, pengguna tidak bisa untuk menggunakan produk Anda secara efisien.

Desain UI mengacu pada elemen visual yang membentuk suatu produk atau pengalaman digital. Ini termasuk desain layar, tombol, ikon, gambar, teks, dan semua elemen visual lainnya yang akan dilihat dan berinteraksi dengan pengguna.

Meskipun istilah ini mungkin terdengar cukup jelas, desain UI sebenarnya lebih dari sekadar proses menciptakan elemen interface atau membuat produk terlihat menarik secara visual. Interface atau antarmuka produk biasanya merupakan interaksi awal yang akan dilakukan pengguna dengan brand Anda, sehingga ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa elemen UI dalam desain Anda mendukung pengalaman pengguna atau user experience (UX) yang baik, dan pada akhirnya mampu membangun hubungan emosional yang baik dengan pengguna Anda.

Nah, untuk membantu Anda membuat desain UI yang berhasil menarik pengguna Anda, simak 10 prinsip desain UI yang baik berikut ini:

1. Inovatif

Inovasi memiliki berbagai kemungkinan yang tidak akan ada habisnya. Perkembangan teknologi selalu menawarkan peluang baru untuk membuat desain yang inovatif. Tetapi desain inovatif selalu berkembang seiring dengan teknologi, sehingga seolah-olah kita tidak pernah bisa mencapai tujuan itu sendiri. Dengan kata lain, inovasi ini harus dilakukan secara terus menerus, termasuk dalam desain UI Anda.

2. Membuat Produk Berguna

Suatu produk dibeli untuk digunakan. Maka, itu harus memenuhi kriteria tertentu, tidak hanya fungsional tetapi juga pertimbangkan sisi psikologis dan estetika di dalamnya. Desain UI yang baik menekankan kegunaan suatu produk dan mengabaikan apa pun yang mungkin dapat menguranginya. Untuk itu, pastikan Anda lakukan research terlebih dahulu untuk menemukan kecocokan antara pengalaman pengguna Anda sebelumnya dan harapan yang ingin dicapainya pada desain UI Anda.

3. Estetis

Kualitas estetika suatu produk merupakan bagian integral dari kegunaannya karena produk yang kita gunakan setiap hari akan mempengaruhi diri kita. Itulah sebabnya, desain UI Anda harus mampu menarik perhatian pengguna dengan keindahannya sambil tetap memastikan kualitas produk Anda tersampaikan dengan baik.Sama halnya dengan memasak, berbagai elemen dalam desain UI harus diramu dan dikombinasikan dengan baik untuk menciptakan desain yang estetis dan berkualitas.

4. Membuat Produk Dipahami

Prinsip ini terkadang dilupakan oleh desainer. UI adalah kanvas tempat kita menciptakan makna dari desain kita. Desain UI Anda haruslah memiliki kepribadian, suara, dan nilai bagi penggunanya. Jika Anda tidak memahami nilai yang dimiliki desain UI dalam kehidupan pengguna atau konteksnya, maka Anda tidak dapat menuangkannya dalam desain dengan baik. Jadi, sekali lagi, kenalilah pengguna Anda dengan baik dan teruslah melakukan tes untuk menguji apakah solusi yang Anda sampaikan melalui desain UI Anda sudah dapat dimengerti pengguna dan memecahkan masalah mereka.

5. Jujur

Desain UI yang baik tidak bertujuan untuk membuat produk terlihat lebih inovatif, kuat, atau berkualitas daripada yang sebenarnya. Desain UI yang baik tidak berusaha memanipulasi pengguna dengan janji-janji yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun tentu saja, Anda tetap harus menonjolkan kelebihan yang dimiliki oleh produk yang Anda tawarkan meski tanpa melebih-lebihkannya.

6. KISS

Prinsip yang satu ini memang terdengar klise. Ya, KISS atau “Keep It Simple, Stupid” mungkin menjadi prinsip desain yang paling umum, di mana Anda perlu membuat desain UI Anda sesederhana mungkin. Sedapat mungkin, kompleksitas harus dihindari dalam suatu desain karena kesederhanaan sejatinya menjamin tingkat penerimaan dan interaksi pengguna yang lebih besar. Jadi, dalam konteks desain UI, ingat bahwa lebih sedikit tetapi lebih baik, karena Anda hanya perlu berkonsentrasi pada aspek-aspek penting. Lagi-lagi, Anda harus benar-benar memahami apa yang dibutuhkan pengguna bahkan jika itu harus menghilangkan elemen interface pengguna yang tidak perlu demi mengurangi gangguan yang akan dirasakan oleh pengguna.

Sesuai dengan namanya, user interface, maka desain UI harusnya sangat menghormati pengguna. Oleh karena itu, peran Anda bukanlah untuk membuat UI itu sendiri melainkan membuatkannya untuk para pengguna Anda. Semoga bermanfaat!